7 Penyebab Motor Sulit Dihidupkan Dan Solusinya

Motor kesayanganmu tiba-tiba mogok dan susah dihidupkan? Pasti bikin panik, apalagi kalau lagi buru-buru. Pernah nggak sih kamu ngalamin kayak gini? Masalah motor susah dihidupkan

aktualid

[addtoany]

Motor kesayanganmu tiba-tiba mogok dan susah dihidupkan? Pasti bikin panik, apalagi kalau lagi buru-buru. Pernah nggak sih kamu ngalamin kayak gini?

Masalah motor susah dihidupkan ini memang sering banget terjadi. Mulai dari yang ringan sampai yang bikin garuk-garuk kepala. Tapi tenang, kamu nggak sendirian!

Dalam artikel ini, kita akan kupas tuntas 7 penyebab motor sulit dihidupkan dan solusi ampuhnya. Jadi, siap-siap jadi mekanik dadakan dan bikin motormu kembali bertenaga!

7 Penyebab Motor Sulit Dihidupkan dan Solusinya

Motor susah dihidupkan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penting untuk memahami penyebabnya agar bisa mengambil tindakan yang tepat. Berikut adalah 7 penyebab utama dan solusinya:

1. Aki Soak atau Lemah

Aki adalah sumber utama tenaga listrik untuk menghidupkan motor. Kalau aki soak atau lemah, jelas motor bakal susah banget dinyalakan.

Penyebab Aki Soak:

  • Usia Aki: Aki punya umur pakai. Biasanya, aki motor bertahan sekitar 1-2 tahun.
  • Penggunaan Berlebihan: Sering menggunakan aksesoris kelistrikan seperti lampu tambahan atau klakson yang berlebihan bisa menguras aki.
  • Kelistrikan Motor Bermasalah: Ada komponen kelistrikan yang bocor atau korsleting bisa membuat aki cepat soak.
  • Jarang Dipakai: Motor yang jarang digunakan bisa membuat aki kehilangan setrumnya.

Solusi:

  • Cek Kondisi Aki: Gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan aki. Jika tegangan di bawah standar (biasanya 12 volt), aki perlu dicas atau diganti.
  • Cas Aki: Jika aki masih bisa dicas, lakukan pengisian ulang dengan charger aki yang sesuai.
  • Ganti Aki: Jika aki sudah soak parah atau tidak bisa dicas lagi, sebaiknya ganti dengan aki yang baru.
  • Periksa Kelistrikan Motor: Pastikan tidak ada komponen kelistrikan yang bermasalah atau bocor.

2. Busi Kotor atau Rusak

Busi berfungsi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Kalau busi kotor atau rusak, proses pembakaran jadi terganggu dan motor susah dihidupkan.

Penyebab Busi Kotor atau Rusak:

  • Endapan Karbon: Pembakaran yang tidak sempurna bisa menghasilkan endapan karbon pada busi.
  • Usia Busi: Busi juga punya umur pakai. Seiring waktu, elektroda busi bisa aus.
  • Kualitas Bahan Bakar: Penggunaan bahan bakar yang kurang berkualitas bisa mempercepat kerusakan busi.

Solusi:

  • Periksa Kondisi Busi: Lepas busi dan periksa kondisinya. Jika terlihat kotor, berkerak, atau elektrodanya aus, busi perlu dibersihkan atau diganti.
  • Bersihkan Busi: Gunakan sikat kawat halus atau cairan pembersih busi untuk membersihkan endapan karbon.
  • Ganti Busi: Jika busi sudah rusak parah atau tidak bisa dibersihkan, sebaiknya ganti dengan busi yang baru. Pastikan busi yang digunakan sesuai dengan spesifikasi motor.

3. Filter Udara Kotor

Filter udara berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke ruang bakar. Kalau filter udara kotor, aliran udara jadi terhambat dan campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak ideal.

Penyebab Filter Udara Kotor:

  • Debu dan Kotoran: Filter udara bisa kotor karena debu dan kotoran yang terhisap dari lingkungan sekitar.
  • Jarang Dibersihkan: Filter udara perlu dibersihkan secara berkala agar tidak tersumbat.

Solusi:

  • Periksa Kondisi Filter Udara: Buka kotak filter udara dan periksa kondisinya. Jika terlihat kotor, filter udara perlu dibersihkan atau diganti.
  • Bersihkan Filter Udara: Gunakan kompresor udara atau sikat halus untuk membersihkan debu dan kotoran. Untuk filter udara jenis basah, bisa dicuci dengan sabun dan air, lalu dikeringkan.
  • Ganti Filter Udara: Jika filter udara sudah terlalu kotor atau rusak, sebaiknya ganti dengan filter udara yang baru.

4. Bahan Bakar Tidak Sampai ke Ruang Bakar

Jika bahan bakar tidak sampai ke ruang bakar, jelas motor tidak akan bisa hidup. Ada beberapa penyebab kenapa bahan bakar tidak sampai ke ruang bakar.

Penyebab Bahan Bakar Tidak Sampai:

  • Tangki Bensin Kosong: Ini yang paling sering terjadi. Pastikan tangki bensin terisi bahan bakar.
  • Selang Bensin Tersumbat: Selang bensin bisa tersumbat oleh kotoran atau endapan.
  • Keran Bensin Tertutup: Pastikan keran bensin dalam posisi terbuka.
  • Pompa Bensin Rusak (Motor Injeksi): Pada motor injeksi, pompa bensin berfungsi untuk memompa bahan bakar ke ruang bakar. Jika pompa bensin rusak, bahan bakar tidak akan sampai.
  • Injektor Kotor (Motor Injeksi): Injektor berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Jika injektor kotor, semprotan bahan bakar bisa terganggu.
  • Karburator Kotor (Motor Karburator): Pada motor karburator, karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara. Jika karburator kotor, campuran bahan bakar dan udara bisa tidak ideal.

Solusi:

  • Isi Bensin: Pastikan tangki bensin terisi bahan bakar yang cukup.
  • Periksa Selang Bensin: Periksa selang bensin apakah ada yang tersumbat atau tertekuk. Jika tersumbat, bersihkan atau ganti selang bensin.
  • Buka Keran Bensin: Pastikan keran bensin dalam posisi terbuka.
  • Periksa Pompa Bensin (Motor Injeksi): Periksa apakah pompa bensin berfungsi dengan baik. Jika rusak, pompa bensin perlu diganti.
  • Bersihkan Injektor (Motor Injeksi): Gunakan cairan pembersih injektor untuk membersihkan injektor.
  • Bersihkan Karburator (Motor Karburator): Bongkar dan bersihkan karburator. Pastikan semua saluran dan nozzle bersih dari kotoran.

5. Kompresi Mesin Bocor

Kompresi mesin adalah tekanan yang dihasilkan di dalam ruang bakar saat piston bergerak ke atas. Kompresi yang baik sangat penting untuk proses pembakaran. Jika kompresi mesin bocor, proses pembakaran jadi tidak sempurna dan motor susah dihidupkan.

Penyebab Kompresi Mesin Bocor:

  • Ring Piston Aus: Ring piston berfungsi untuk menahan kompresi di dalam ruang bakar. Jika ring piston aus, kompresi bisa bocor.
  • Klepak Bocor: Klepak berfungsi untuk membuka dan menutup saluran masuk dan buang. Jika klepak bocor, kompresi bisa bocor.
  • Sil Klep Rusak: Sil klep berfungsi untuk mencegah oli masuk ke ruang bakar. Jika sil klep rusak, oli bisa masuk ke ruang bakar dan menyebabkan kompresi bocor.
  • Gasket Kepala Silinder Rusak: Gasket kepala silinder berfungsi untuk menyegel kepala silinder dengan blok mesin. Jika gasket kepala silinder rusak, kompresi bisa bocor.

Solusi:

  • Periksa Kompresi Mesin: Gunakan alat pengukur kompresi untuk mengukur kompresi mesin. Jika kompresi di bawah standar, mesin perlu diperbaiki.
  • Ganti Ring Piston: Jika ring piston aus, ring piston perlu diganti.
  • Skir Klep: Jika klepak bocor, klepak perlu diskir untuk memperbaikinya.
  • Ganti Sil Klep: Jika sil klep rusak, sil klep perlu diganti.
  • Ganti Gasket Kepala Silinder: Jika gasket kepala silinder rusak, gasket kepala silinder perlu diganti.

6. Sistem Pengapian Bermasalah

Sistem pengapian berfungsi untuk menghasilkan percikan api yang membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Jika sistem pengapian bermasalah, percikan api tidak akan muncul atau terlalu lemah, sehingga motor susah dihidupkan.

Penyebab Sistem Pengapian Bermasalah:

  • CDI Rusak: CDI (Capacitor Discharge Ignition) berfungsi untuk mengatur waktu pengapian. Jika CDI rusak, pengapian bisa terganggu.
  • Koil Pengapian Rusak: Koil pengapian berfungsi untuk meningkatkan tegangan listrik dari aki menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk menghasilkan percikan api. Jika koil pengapian rusak, percikan api bisa lemah atau tidak ada sama sekali.
  • Kabel Busi Putus atau Longgar: Kabel busi berfungsi untuk menghubungkan koil pengapian dengan busi. Jika kabel busi putus atau longgar, aliran listrik bisa terhambat.

Solusi:

  • Periksa CDI: Periksa apakah CDI berfungsi dengan baik. Jika rusak, CDI perlu diganti.
  • Periksa Koil Pengapian: Periksa apakah koil pengapian berfungsi dengan baik. Jika rusak, koil pengapian perlu diganti.
  • Periksa Kabel Busi: Periksa apakah kabel busi putus atau longgar. Jika putus atau longgar, kabel busi perlu diperbaiki atau diganti.

7. Sensor-Sensor Bermasalah (Motor Injeksi)

Pada motor injeksi, terdapat berbagai sensor yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada ECU (Electronic Control Unit). ECU kemudian mengatur kinerja mesin berdasarkan informasi dari sensor-sensor tersebut. Jika ada sensor yang bermasalah, ECU bisa mendapatkan informasi yang salah dan menyebabkan motor susah dihidupkan.

Penyebab Sensor Bermasalah:

  • Sensor TPS (Throttle Position Sensor) Rusak: Sensor TPS berfungsi untuk mengukur posisi throttle. Jika sensor TPS rusak, ECU bisa mendapatkan informasi yang salah tentang posisi throttle dan menyebabkan motor susah dihidupkan.
  • Sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) Rusak: Sensor CKP berfungsi untuk mendeteksi posisi crankshaft. Jika sensor CKP rusak, ECU tidak bisa mengetahui posisi crankshaft dan menyebabkan motor susah dihidupkan.
  • Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) Rusak: Sensor MAP berfungsi untuk mengukur tekanan udara di dalam intake manifold. Jika sensor MAP rusak, ECU bisa mendapatkan informasi yang salah tentang tekanan udara dan menyebabkan motor susah dihidupkan.

Solusi:

  • Periksa Sensor-Sensor: Gunakan alat scanner untuk mendeteksi kode kerusakan pada sensor-sensor. Jika ada sensor yang rusak, sensor tersebut perlu diganti.

Kesimpulan

Motor susah dihidupkan memang menjengkelkan, tapi dengan memahami 7 penyebab motor sulit dihidupkan dan solusinya, kamu bisa lebih mudah mengatasi masalah ini. Ingat, perawatan rutin sangat penting untuk menjaga performa motor dan mencegah masalah datang.

Jangan ragu untuk membawa motor ke bengkel terpercaya jika kamu tidak yakin dengan kemampuanmu sendiri. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

Nah, apakah kamu punya pengalaman menarik tentang motor yang susah dihidupkan? Yuk, berbagi cerita di kolom komentar!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang harus saya lakukan pertama kali jika motor susah dihidupkan?

Periksa hal-hal yang paling umum seperti:

  • Apakah ada bensin di tangki?
  • Apakah keran bensin terbuka?
  • Apakah aki dalam kondisi baik?
  • Apakah busi dalam kondisi baik?

2. Bagaimana cara membersihkan busi yang benar?

Lepas busi dari motor. Gunakan sikat kawat halus atau cairan pembersih busi untuk membersihkan endapan karbon. Pastikan busi benar-benar kering sebelum dipasang kembali.

3. Apakah motor injeksi lebih rentan susah dihidupkan daripada motor karburator?

Tidak selalu. Motor injeksi memiliki sistem yang lebih kompleks, sehingga potensi masalahnya juga lebih banyak. Namun, motor injeksi juga lebih efisien dan memiliki performa yang lebih baik jika sistemnya bekerja dengan baik.

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer